Jumat, 15 April 2016

Sejarah Budaya Lokal Suling Dewa

Karang Bajo,  Mak Lokak Walin Gumi, Indraman, menceritakan bahwa Budaya Lokal Suling Dewa  merupakan suatu kesenian yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu  pada acara Selametan ( Sukuran ) dan acara pembersihan benda-benda kuno yang bersejarah  ( Ajian Dalem ) yang dilaksanakan pada hari jumat dan Setiap Tahun kami di Gubuk Terantapan Wet Kepembekelan Karang Bajo, Kisah 14-04-16. 

Suling Dewa ini Lanjut indraman, terjadinya proses suling dewa karna pada jaman dahulu belum ada jenis hiburan rakyat yang berkaitan dengan budaya Lokal Bayan, dari itulah orang dahulu membuat kesenian suling dewa. Kesenian ini tidak boleh hilang begitu saja, jadi perlu kita pertahankan dan kita ceritakan Dengan tujuan yaitu mengimpormasikan  kepada  generasi  berikutnya  tentang  pelestrian Budaya Lokal Suling Dewa  yang  terjadi  pada  masa  lampau .

Proses  Pembuatan   Suling Dewa Yaitu  para toak turun ( jero gamel )  yang akan membuat suling Dewa terlebih  dahulu mencari pohon bambu  ( biloq ) yang lubangnya panjang yang tidak ada buku ngawan berukuran +  80 s/d 100 cm, baru di tebang dan di potong sesuai ukuran. Setelah itu bambu ( biloq ) tersebut di jemur selama satu minggu, setelah kering baru di buatkan lubang sebanyak enam lubang di bawah dan satu lubang di atas. Setelah di nyatakan jadi baru seruling tersebut di bunyikan. Dengan berbagai   macam  Gending Suling Dewa yaitu Suling Bodaya,  Suling Lembuneng Meloang, Suling Gendongan dan Suling Buak Lakak ( Pantun jenaka ).

Kendala  yang di hadapi oleh mak lokak walin gumi sekarang ini adalah kurangnya minat generasi muda kita untuk menghidupkan Kesenian Tradisional mendewa, Kurangnya minat warga yang mau belajar menari, belajar membunyikan suling dewa  ( Jero Gamel ) dan kurangnya minat remaja perempuan sebagai inan gending, sementara Gruf  kesenian Suling Dewa yang kita sewa sekarang hanya Dari Dusun Kebaloan Desa Senaru Kecamatan Bayan Lombok Utara itu pun terbatas personilnya karena banyak yang sudah meninggal.

Suling Dewa ini hanya boleh dibunyikan pada acara tertentu artinya tidak boleh dibunyikan sembarangan sebab akan membuat orang lain kesurupan dan proses penyembuhan orang yang kesurupan harus dengan melakukan acara Roah Selametan ( Kertamalip ).




1 komentar: